Tok tok .... "Permisi tuan, nona" suara itu memekikan telinga, aku segera membuka pintu "ada apa ya mas"
"Ada undangan, untuk nona cantik yang satu ini" ucap pengantar undangan itu genit. Berhasil membuat ku kegelian sendiri "terimakasih mas" lalu pengantar itu berlalu
**
4 hari ini tulang ku serasa lunglai semua, air mata ku rasanya sudah mulai habis, kantung mataku kendor dan menghitam,
Mimpi yang selalu menghias malam ku berubah menjadi kepingan yang harus ku susun sendiri. Tangan ku masih menggenggam undangan itu disana tertera nama mawan & wulan, logika ku hancur, apalagi hati ku yg sampai menjadi bubur! Rasa tak percaya kecewa dan marah! Mawan bisa setega ini, mawan memang tak jarang membuatku marah, kesal dan kecewa tapi aku tak pernah berpikir untuk meninggalkan nya.
Aku,selalu menantinya, dengan setia dan cinta. Aku dan mawan punya mimpi yang sama sama kita rangkai untuk masa depan, tapi ia mengingkari semua janji nya, tak bisa di percaya mulut nya yang manis sekarang hanya membuat ku ingin memuntahkan semua yang pernah ku cerna dalam mulut nya, semua kisah romantis yang pernah ia berikan kini hanya akan menjadi kenangan yang membuat hati ku sesak di buat nya, dan sinting nya dia tak pernah memutuskan hubungan dgn ku. Saat ini Aku hanya ingin terlelap lalu bangun diantara mimpi yang membuat ku melayang bukan tenggelam!
**
""" dear mas mawan
Mas, aku dengar 3 hari lagi kau akan menikahi wulan ? Jantungku hampir putus mas mendengar semua ini, seminggu lalu ada perantara mengantarkan undangan pada ku, sakiit mas rasanya melihat nama mu disandingkan dengan wanita lain, terlebih 4 tahun bukan waktu yg singkat untuk kita menghabiskan hari berdua mas, hubungan kita hanya sesak saja sisanya, semua janji manis mu kini hanya pahit nya yang ku rasa, semua ini seperti hantaman yang ingin membuat ku tersadar, kau memang tak pernah benar benar mencintai ku kan mas ? Kau hanya ingin singgah lalu pergi dengan dia yang punya segalanya ? Sedangkan aku ? Aku tak pernah bisa apa apa! Beda kan mas ! Aku pun cenggeng dan manja tak ada yang bisa dibanggakan mas :'), aku tak pernah tau mas esok hingga seterusnya apa aku masih bisa melangkah, menulis, dan menghabiskan malam malam ku yg sendu ini, aku seakan kehilangan sebagian tubuhku mas, tulang ku tak mau bergerak sedikit pun terkecuali menangisi kita yg dulu pernah ada! Terdengar berlebihan memang mas, tapi aku punya hati mas, aku punya hati. Aku tak akan pernah bisa melupakan mu mas, kau adalah apapun yang membuat ku hidup mas, dulu ! hingga detik kau mengingkari semuanya. Pergi lah mas biarkan wanita cengeng dan manja ini dewasa dengan sendirinya."""
tangan ku gemetar semua, kembali ku tutup kampas yang penuh dengan ketidak relaan ini, aku tak mungkin datang dan hanya dgn surat inilah aku mewakili hatiku yang menjerit, meraung tanpa henti.
Untuk kamu yang tak akan
hilang dari ingatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar