Jumat, 13 Desember 2013

Ayah :")



sungguh aku benci sosok seorang ayah di hidupku ,entah mengapa aku merasa sosok seorang ayah di hidupku itu hanya bisa membuat ibu ku menangis,kalau ayah tidak ada mungkin ibu tidak akan pernah menangis lagi ,aku berfikir jika mereka berpisah semuan nya akan baik baik saja ,dan hidup ku akan terasa lebih indah ,saat suatu kejadian di rumah itu terjadi ibu ku menangis ,aku hanya bisa mendengar ibu menangis di balik pintu kamar ku ,etah telah berapa lama ,yang aku rasakan hanyalah lelah karena menangis. tiba tiba sosok ayah pergi dalam kehidupan kami ,aku semakin membenci ayah
        aku mengagumi ibu ,dia adalah orang yang mandiri ,ia menutup rapat rapat apa yang ayah lakukan pada nya ,dia tidak pernah menangis di depan banyak orang dia orang yang kuat dan dialah yang selalu menghapus air mata ku.
       ayah selalu berusaha menemuiku ,tapi semakin aku sering melihat nya aku semakin membenci nya,aku tak ingin berlama lama melihat wajah nya ,setelah aku menemuinya beberapa menit aku pasti langsung pulang ,aku tak ingin semakin membenci nya karna bagaimana pun dia adalah sosok ayah yang dulu pernah melengkapi setiap hembusan nafas ini .
      ibu mengajukan cerai dan aku sangat mendukungnya ,aku berfikir ibu akan lebih bahagia jika telah mempunyai status yang jelas ,proses perceraian itu diurus oleh kuasa hukum .
      walaupun aku berusaha melupakan nya dia tetap ayah ku ,bagaimanapun cara aku menghapus ia dalam hidup ku ia tetap ayah ku ,darah nya mengalir di tubuhku.semakin aku berusaha melupakan nya semakin bermunculan kenangan kenangan bersama nya ,semakin aku membencinya ,semakin aku merasa bahwa aku mencintai nya .
      saat aku mendengar proses itu akan segera selesai ,aku baru sadar aku tak menyukai proses perceraian itu .aku benar benar mulai kehilangan sosok ayah yang diam diam aku rindukan .aku selalu menolak kenyataan bahwa aku membutuhkan ayah ,aku selalu menampik bahwa aku merindukan ayah ,diam diam akum mulai mengharapkan nya kembali .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar